FGD BIOLOGI ITERA

FGD BIOLOGI ITERA

  • Post author:
  • Post category:Meeting
  • Post comments:1 Comment

Program Studi Biologi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) merupakan Program Studi Baru yang akan memulai tahun pertamanya tahun 2017 ini. Program Studi Biologi ITERA memiliki konsetrasi dalam pengembangan Biodiversitas Pulau Sumatera. Dalam mewujudkan target pengembangan biodiversitas tersebut, perlu integrasi pengembangan biodiversitas dan terapannya dalam kurikulum yang akan diterapkan di Prodi Biologi. Dalam mengembangkan kurikulum, Prodi Biologi mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan narasumber dari berbagai kalangan baik industri maupun instansi pemerintah yang bergerak di Bidang Biologi, diantaranya,

  1. Balai Veteriner (B-Vet) Dinas Pertanian yang dihadiri oleh Kepala Balai, Bpk. Syamsul Ma’arif
  2. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Lampung, Bagian Mikrobiologi
  3. Balai Taman Nasional Way Kambas
  4. Central Proteina Prima
  5. Great Giant Pineapple

Dari hasil diskusi selama FGD berlangsung, narasumber memberikan respon yang positif terhadap pendirian program studi Biologi di ITERA. Kehadiran Prodi Biologi ITERA diharapkan mampu mengidentifikasi, menganalisis dan memecahkan berbagai masalah yang ada di lingkungan, salah satunya di TN Way Kambas. Lulusan program studi biologi diharapkan dapat turut berperan dalam manajemen lingkungan TN Way Kambas karena masih kurangnya pengelolaan lingkungan di TN yang terkendala limbah industri, dan terbatasnya sumber air bersih, identifikasi berbagai penyakit yang menyerang usus gajah dan Pusat Konservasi Badak Sumatera serta pengembangan buffer zone antara TN dan daerah pemukiman warga masih terbatas.

Selain itu, mahasiswa Biologi mampu mengembangkan berbagai pengembangan potensi SDA Sumatera sesuai dengan Visi dan Misi yang dipaparkan kemudian diterapkan dalam issue-issue terkini seperti pertanian dan climate change. Pengembangan kurikulum dapat diarahkan pada topik-topik seperti biokontrol, pertanian organik, kosentrasi produk segar, dan pengembangan alternatif pengolahan pasca panen seperti packaging makanan sesuai preferensi pasar. Eksplorasi mikroba indigenous untuk menggali potensi lokal daerah, khususnya daerah lampung, yang dapat diaplikasi sebagai bioremediasi untuk pertanian inland seperti pengolahan residu pupuk kimia, dan pestisida seperti yang sedang dikembangkan di PT. GGP. Selain pertanian, mahasiswa Biologi juga mampu menyelesaikan masalah di Perikanan terkait dengan manajemen lingkungan seperti pengaturan kualitas air dan limbah. Selain itu juga diperlukan inovasi-inovasi di dalam penerapan sistem akuakultur tertutup untuk meningkatkan kualitas panen, seperti alternatif pengganti obat antibiotik dan bahan kimia lainnya untuk pengendalian hama dan penyakit ikan dan udang (virus dan bakteri), dan produksi pakan dari raw material (analisis dan identifikasi pakan).

This is custom heading element with Google Fonts

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

This Post Has One Comment

  1. Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

Leave a Reply