Kurikulum Program Studi Biologi ITERA

Overview

Kurikulum Program Studi Biologi ITERA diramu sedemikian rupa sesuai dengan visi misi dan tujuan Program Studi Biologi, yakni menjadikan Biodiversitas Sumatera sebagai tema utama kajian dan pembelajaran. Program Studi Biologi ITERA memiliki kurikulum yang dirancang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sumber daya manusia Indonesia, dan Sumatera secara khusus. Kurikulum pembelajaran Program Studi Biologi akan tetap mengalami inovasi dan pengembangan, untuk menjawab perkembangan zaman demi mencetak lulusan yang berjiwa biologi, memiliki etos kerja dan kompetitif, dan siap untuk menghadapi persaingan dalam cakupan global.

Kurikulum Biologi ITERA

Secara umum, mahasiswa Program Studi Biologi harus menempuh dua tahap pambelajaran. Tahun pertama, seluruh mahasiswa ITERA diharuskan mengikuti Tingkat Persiapan Bersama (TPB), yang berisi mata kuliah-mata kuliah yang hampir sama. Tahun kedua hingga seterusnya, mahasiswa kemudian memulai perkuliahan di program studinya masing-masing. 

Secara garis besar, kurikulum Prodi Biologi S1 ITERA terbagi atas dua tahap, yakni:

  1. Tahap Persiapan bersama : 2 semester, 36 SKS
  2. Tahap Sarjana : 6 Semester, 108 SKS
  1. Wajib : 88 SKS
  2. Pilihan : 20 SKS

Total SKS : 144 SKS.

Kurikulum Merdeka Belajar

Berdasarkan Permendikbud no 3 tahun 2020 tentang standar nasional pendidikan tinggi, Kampus ITERA dan Program Studi Biologi menyusun dan menerapkan  Kurikulum  Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kurikulum MBKM mulai diterapkan sejak tahun 2020, dan mulai diterapkan pada mahasiswa Biologi angkatan 2019 hingga seterusnya.

Mata Kuliah MBKM

Kurikulum 2019

Sebelum diterapkan Kurikulum MBKM, kurikulum yang digunakan di Program Studi Biologi adalah kurikulum yang dirancang sejak 2017, dan mengalami penyempurnaan hingga 2019. Perencanaan kurikulum ini melibatkan berbagai stake holder yang terkait, seperti civitas akademika ITERA, akademisi, user, praktisi, dan orang tua mahasiswa.

Mata Kuliah Kurikulum 2019

"Teknologi adalah tools, hanya suatu alat. Bukan Segalanya. Kualitas pembelajaran dalam kelas, interaksi antara guru dan murid itu esensinya"
Nadiem Makarim
Mentri Pendidikan dan Kebudayaan