Sejarah

Dari Biodiversitas Sumatera untuk Indonesia

Sejarah Program Studi Biologi

Pembentukan Program Studi Biologi ITERA disusun oleh para Dosen Biologi sejak tahun 2016. Pembentukan Prodi Biologi sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan Institusi Perguruan Tinggi (RENIP) ITERA tahun 2014-2039 serta Rencana Strategis (RENSTRA) ITERA. Berdasarkan pertimbangan tersebut, pendirian Program Studi Biologi sebagai salah satu cabang Basic Sciences diharapkan akan sangat mendukung bidang-bidang keteknikan di ITERA, sebagai Perguruan Tinggi Teknik Negeri Terbesar di Sumatera. Diharapkan dengan adanya Prodi Biologi ITERA mampu berkontribusi dalam identifikasi, pemberdayaan, dan pengelolaan biodiversitas di Sumatera, Indonesia, dan dunia. Proses pendirian Prodi Biologi ITERA meliputi penyusunan, visi, misi, dan sasaran yang telah dikaji oleh pihak internal yakni Rektor, Wakil Rektor, Ketua Jurusan Sains, Ketua Program studi Biologi, Dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Prodi Biologi.
Pembentukan Prodi Biologi ITERA juga melibatkan stakeholders eksternal terkait terkait dalam proses perumusannya. Hal ini merupakan proses yang sangat penting karena stakeholders eksternal berperan sebagai pengguna lulusan Prodi Biologi ITERA nantinya, sehingga dalam merumuskan kurikulum para stakeholders perlu memberikan saran dan masukan mengenai kompetensi lulusan Prodi Biologi ITERA yang diperlukan. Pihak Stakeholders eksternal yang turut merumuskan Prodi Biologi ITERA di antaranya adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK), BPOM Lampung, Balai Veteriner Lampung, PT Great Giant Pineapple, dan PT Central Proteina Prima.
Prodi Biologi ITERA Resmi Berdiri pada tanggal 26 Mei 2017 Berdasarkan SK Ijin operasional pendirian Program Studi dari KEMENRISTEKDIKTI. 

Tujuan Program Studi Biologi

  • Mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan pada jenjang S1 secara terintegrasi dalam bidag sains ilmu hayati dan ilmu alam serta manajemen hayati untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan profesional yang mampu berkompetisi secara global dan memecahkan masalah berbasis ilmu hayati.

  • Melakukan penelitian tetang berbagai tingkatan organisasi makhluk hidup untuk menghasilkan bioproduk, bioproses dengan nilai tambah signifikan berbasis keanekaragaman hayati di Pulau Sumatera dan Indonesia melalui pendekatan discovery, invention dan innovation, dan transfer of technology, untuk menjawab tantangan terkini dan masa depan terkait pangan energi, kesehatan, lingkungan, dan material baru.

  • Melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan transfer karya, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.